Ucapan Donald Trump Sebelum Positif COVID-19: Puji China hingga Serang WHO

 

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dipastikan positif COVID-19. Dia terjangkiti sesudah berulang-kali abai prosedur kesehatan.

Sebelum positif COVID-19, Donald Trump populer malas-malasan menggunakan masker. Dia sering membuat acara yang menyalahi prosedur social distancing.

Pada saat awal epidemi, Donald Trump sempat beri pujian China sebab dipandang sukses menahan COVID-19. Animo Trump tidak tahan lama, dia selanjutnya mempersalahkan China serta menyebutkan virus ini untuk Kung-Flu, Virus China, serta Epidemi China.

Donald Trump ikut mempersalahkan WHO yang ditunjuk menebar minsinformasi dari China berkaitan penyebaran antar-manusia.

Berikut 5 tweet Donald Trump selama epidemi COVID-19 yang beri pujian, mempersalahkan, sampai pada akhirnya terserang COVID-19:

Pada 26 Februari, Presiden Trump meretweet pengakuan dari CDC jika belumlah ada penyebaran COVID-19 di Amerika Serikat.

Seputar dua minggu selanjutnya, pemerintah AS membuat tatap muka di Gedung Putih berkaitan virus ini.

“Hadiri beberapa rapat mengenai Covid-19 di Gedung Putih. Kerja dengan Beberapa negara Sisi serta pemerintah lokal, beberapa dari mereka sudah lakukan pekerjaan yang hebat,” tutur Donald Trump pada 14 Maret 2020.

Attending meetings on Covid-19 in the White House. Working with States and local governments, many of whom have done a great job. Full report latter!

Selesai rapat, Donald Trump membuat pertemuan wartawan dengan team COVID-19 di Gedung Putih. Waktu itu mereka tidak kenakan masker.

Masih pada Maret 2020, Presiden Donald Trump melakukan komunikasi dengan Presiden China Xi Jinping. Waktu itu, Trump mmeberikan pujian ke China serta menyebutkan ke-2 negara kerja bersama-sama.

“Barusan lakukan pembicaraan yang paling baik dengan Presiden Xi dari China. Berunding dengan detil besar mengenai Virus Corona yang menggempur beberapa Bumi kita. China sudah lewat beberapa hal serta sudah meningkatkan pandangan penuh mengenai Virusnya,” tutur Donald Trump pada 27 Maret 2020.

“Kita kerja erat bersama-sama. Benar-benar tertarik!”

Just finishhed a very good conversation with President Xi of China. Discussed in great detil the CoronaVirus that is ravaging large parts of our Planet. China has been through much & has developed a strong understanding of the Virus. We are working closely together. Much respect!

Sesudah terlibat perbincangan dengan presiden China, Donald Trump membuat pengakuan jika virusnya akan musnah pada April.

Penebaran COVID-19 di AS nyatanya tetap ada di bulan April. Presiden Donald Trump memulai mempersalahkan WHO.

Faktanya sebab WHO ditunjuk menebar info yang tidak tepat berkaitan langkah penyebaran virus. Disamping itu, Taiwan rupanya sempat melapor ke WHO mengenai virus ini pada Desember 2019, tapi tidak jadi perhatian.

“Kenapa W.H.O. Meremehkan satu e-mail dari petinggi kesehatan Taiwan di akhir Desember yang mengingatkan ada peluang Virus Corona yang dapat disebarkan ke manusia?” tutur Trump pada 17 April 2020.

Why did the W.H.O. Ignore an e-mail from Taiwanese health officials in late December alerting them to the possibility that CoronaVirus could be transmitted between humans? Why did the W.H.O. make several claims about the CoronaVirus that ere either inaccurate or misleading….

“Kenapa W.H.O. membuat beberapa klaim mengenai Virus Corona yang tidak tepat atau menyimpang di bulan Januari serta Februari saat Virusnya menebar di dunia?,” lanjut Trump.

Pada Mei 2020, Donald Trump bawa AS keluar dari WHO.

Pada 26 Mei, Donald Trump mulai memakai arti “Virus China.” Arti itu serta variasinya seperti Kung-Flu serta Epidemi China sering digunakan oleh Donald Trump.

Dia menggunakan arti itu waktu beri pujian aksi pemerintah dalam sediakan perlengkapan klinis seperti ventilator.

“Ulasan-review hebat mengenai penangangan kita pada Covid-19, terkada disebutkan Virus China,” catat Trump.

Great ulasans on our handling of Covid 19, sometimes referred to as the China Virus. Ventilators, Testing, Medical Suplai Distribution, we made a lot of Governors look very good – And got no kredit for so doing. Most importantly, we helped a lot of great people!

Pada 2 Oktober 2020, Donald Trump pada akhirnya turut terjangkiti COVID-19. Dokter Gedung Putih mengatakan Trump pada keadaan sehat serta masih dapat kerja, tapi Presiden AS serta Ibu Negara akan karantina.

“Malam hari ini FLOTUS (First Lady of the United States) serta saya diuji positif COVID-19. Kami akan mengawali karantina serta proses pemulihan secepat-cepatnya. Kami akan lewat ini BERSAMA” tutur Presiden Donald Trump lewat Twitter, Jumat (2/10/2020).

Tonight, @FLOTUS and I tested positive for COVID-19. We will begin our quarantine and recovery process immediately. We will get through this TOGETHER!

Presiden AS Donald Trump mengganti pesan yang dia berikan dalam pembimbingan harian COVID-19. Apa yang beralih? Baca laporan VOA berikut.

Updated: January 15, 2021 — 7:14 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *